Rabu, 14 November 2012

Pembuatan Tawas Dari Alumunium Foil Bekas


Selasa, 16 oktober 2012

I.                   Tujuan.
a.     Mengetahui cara pembuatan tawas dengan alumunium foil.
b.     Membuat tawas dengan alumunium foil.
c.      Mengetahui banyaknya tawas yang dihasilkan dari pembuatan tawas dengan alumunium foil.


II.                    Dasar Teori.
Tawas (kalium aluminiumsulfat) dihasilkan dengan mereaksikan logam aluminium (Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) akan larut membentuk aluminat menurut persamaan reaksi :
2 Al + 2 KOH + 2 H2O                2 KAlO2 + 3 H2 ………………….(1)
Kadang-kadang ditulis dalam bentuk ion sebagai kompleks aluminat yang persamaan reaksinya :
2 Al + 2 OH- + 6 H2O                2 Al(OH)4- + 3 H2 ……………….(2)
Larutan aluminat dinetralkan dengan asam sulfat, mula-mula terbentuk endapan berwarna putih dari alumunium hidroksida [Al(OH)3] yang dengan penambahan asam sulfat endapan putih semakin banyak yang jika didiamkan akan terbentuk Kristal seperti kaca dari tawas (kalium aluminiumsulfat) atau sering disebut alum. Secara singkat reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut :
2 KAlO2 + 2 H2O + H2SO4                 K2SO4 + 2 Al(OH)3 …………(3)
H2SO4 + K2SO4 + 2 Al(OH)3                        2 KAl(SO4)2 + 6 H2O ……….(4)
24 H2O + 2 KAl(SO4)2                2 KAl(SO4)2.12 H2O ………………(5)
Reaksi keseluruhan :                      
2 Al + 2 KOH + 10 H2O + 4 H2SO4                          2 KAl(SO4)2 +.12 H2O + 3 H2 ……….(6)
Larutan aluminat dinetralkan dengan asam sulfat, mula-mula terbentuk endapan berwarna putih dari alumunium hidroksida [Al(OH)3] yang dengan penambahan asam sulfat endapan putih semakin banyak yang jika didiamkan akan terbentuk Kristal seperti kaca dari tawas (kalium aluminiumsulfat) atau sering disebut alum.
Senyawa alumunium khususnya senyawa sulfat banyak digunakan pada industry kertas. Selain itu, tawas banyak digunakan di industri–industri baik digunakan sebagai koagulan dalam pengolahan air dan air buangan maupun penyamakan kulit dan bahan pewarna di industri tekstil.
Selain itu tawas pun dapat digunakan untuk mengentalkan lateks (getah karet yang cair) sehingga menjadi membeku.
Pada praktikum kali ini akan dilakukan proses produksi tawas (alum). Tawas sendiri adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Tawas ini dikenal dengan nama potassium aluminium sulfat dodekahidrat atau KAl(SO4)2.12 H2O yang dikenal banyak sebagai koagulan didalam pengolahan air maupun limbah.
 


III.                   Alat dan Bahan.
Alat :                    
a.       Erlenmeyer 1000 ml
b.      Gelas ukur
c.       Cawan petri
d.      Timbangan analitik
e.       Gunting
f.       Pipet
g.      Corong
h.      Kertas saring
i.        Gelas beaker

Bahan:
a.       KOH 3N 50 ml
b.      Accu 30 ml
c.       Etanol
d.      Batu es
                  e.   Alumunium foil
VI. Cara Kerja.
 

V.  Hasil Pengamatan.
                   Berat alumunium foil : 1 gram
                  Berat kertas saring : 0,64 gram
                  Berat tawas yang dihasilkan : 5 gram
                  Berat tawas murni yang dihasilkan: 10,4453 gram


VI. Pembahasan.
Tawas dapat dibuat dari logam Al yang kemudian dilarutkan kedalam KOH dan seterusnya direaksikan dengan asam sulfat yang akan menghaislkan endapan. Pada praktikum kali ini kita menggunakan Alumunium foil yang sejatinya hanya dapat sigunakan sekali saja dan setelah itu akan menjadi limbah. Dengan kata lain kita dapat memanfaatkan limbah alumunium foil menjadi tawas yang bermanfaat dan memiliki nilai jual di industri.
Proses awal pembuatan tawas adalah dengan memotong kecil kecil alumunium foil yang hendak dipakai, dengan tujuan agar reaksi yang terjadi antara alumunium foil dan KOH berlangsung lebih cepat karena salah satu faktor yang dapat memepengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan. Semakin besar luas permuaan maka semakin cepat pula reaksi itu berlangsung.
Reaksi antara Asam sulfat dan alum menghasilkan kalor sebesar 610C. karena reaksi yang berlangsung adalah reaksi eksoterm.
Tawas yang diperoleh kemudian dicuci dengan larutan etanol yang bertujuan untuk menyerap kelebihan air dan mempercepat pengeringan.
Tawas yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri berbentuk bongkahan dan tidak berwarna (bening). Namun hasil tawas yang kami dapatkan pada percobaan tidak berkarakteristik seperti yang telah disebutkan. Berdasarkan percobaan, tawas yang terbentuk berbentuk serbuk menggumpal yang berwarna putih.


VII. Kesimpulan.
Ø  Berat tawas kasar yang dihasilkan dari praktikum sebesar 5 gram.
Ø  Berat tawas murninya sebesar 10,4453 gram.
Ø  Pencucian tawas dengan menggunakan ethanol berfungsi untuk memurnikan tawas hingga menghasilkan tawas yang murni.


VIII. Daftar Pustaka.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar